Hari
ini, tanpa sengaja saya memeroleh reminder dari guru ngaji..
Awalnya
aku berniat untuk bertualang di FB, ngecek postingan Kartun Muslimah
terakhirku, untuk memastikan pertanyaan-pertanyaan dari liker seputar muatan
dakwah yang dipost bersamaan dengan artwork itu terjawab.
Jujur,
jawaban-jawaban itu tidak semuanya saya peroleh berbekal pengetahuan pribadi.
Sebagian besar jawaban-jawaban itu saya peroleh dari hasil diskusi, tanya jawab
dengan orang tua melalui SMS. Saya memang benar-benar beruntung, memiliki kedua
orang tua sebagai guru ngaji senior yang pengalaman dakwahnya tidak diragukan
lagi.
Nah,
ketika tengah asyik membaca deretan komentar, tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa
guru ngajiku yang bernama teh Rini Inggriani, me-mention namaku.
Ternyata,
untuk kedua kalinya beliau membuat tulisan di blognya khusus untukku :')
#terharu
So Simple
Bahagia
itu sederhana
Sesederhana
melihat karya seseorang, yang ditujukan untuk kita..
So,
happiness is simple.
You
can create your own happiness... Like my husband says... :)
Jazakillah
khair midah... :)
So
sweet...:*
-Bersegeralah,
karena waktu takkan menantimu-
-Bergeraklah,
karena diam berarti kematian-
Oalaah..,
Ini
adalah tulisan kedua beliau yang ditujukan untukku :D
Karena
aku memposting sebuah potongan artwork yang tertera credit (atau apa namanya)
khas di setiap akhir post blog pribadinya :
"Bersegeralah,
karena waktu takkan menantimu. Bergeraklah, karena diam berarti kematian"
Sedangkan
tulisan sebelumnya ialah ketika salah satu karyaku dipost oleh Alyssa
Soebandono di Fanspage FB nya, artis yang sudah berjilbab itu menyebutkan bahwa
karya itu diperolehnya melalui Meyda Sefira
Uwoow,
tidak ada yang lebih menyenangkan selain mengetahui bahwa karya-karya kecilku
mendunia :')
Oke,
kembali ke reminder tadi, aku jadi ingat bahwa aku sempat berjanji akan
mengikuti langkah guru ngajiku, teh Rini, untuk membuat tulisan di blog, 1 hari
minimal 1 tulisan
Dan di
sinilah aku, memulai dengan segala keterbatasan...
Terima
kasih teh Rini, tulisanmu benar-benar telah menyadarkanku..
Bahwa
menunda, ada kalanya berarti membatalkan
Bahwa
terdiam, ada kalanya berarti putus asa
Karenanya
aku harus bersegera, karena waktu takkan menantiku..
Aku
juga tidak boleh tinggal diam, menunggu tanpa kepastian..
Tapi
aku harus bergerak, terus bergerak, karena diam berarti kematian...
Hari
ini,
Di
sini,
Karenamu,
KarenaMu,
Aku
memulai ~
Bandung,
H-2 perpindahan asrama
No comments:
Post a Comment